Google

Friday, April 18, 2008

Did I marry the right person?

Sebuah Terjemahan Bebas dari "Did I marry the right person?"
Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang
sudah nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari
cerita ini, dan buat yang udah nikah, cerita ini bisa jadi guideline
untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani. "Apakah saya
menikah dengan orang yang tepat?"

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seorang audience tiba-tiba
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah,"Bagaimana saya tahu kalo saya
menikah dengan orang yang tepat?" Saya melihat ada seorang lelaki
bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab "Ya.. tergantung.
Apakah pria disebelah anda itu suami anda?" Dengan sangat serius dia
balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"
Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini. Inilah
jawabannya... SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah
hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon dariya
selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu
menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta
merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan.
Tidak perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta... Orang
yang sedang kasmaran kadang mengatakan "Aku mabuk cinta!" Bayangkan
ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan
apapun, lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi... setelah
beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. Perubahan
ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan
tapi pasti... telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya
tidak selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya
jadi hal yang manis tapi malah nambahin penat yang ada. Gejala-gejala
pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda
memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan
yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta,
dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan
selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah
lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan euphoria
cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami
euphoria-euphoria cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu
akhirnya kandas... Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas
ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam
cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, mengingkari kesetiaan
merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun
hal-hal yang menyolok lainnya. Tapi tahukah Anda?! Bahwa jawaban atas
dilema ini ngga ada diluar, justru hanya ada di dalam pernikahan itu
sendiri. Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya ngga mengatakan
kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja
ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan merasa
lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda
akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan
anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) KUNCI SUKSES PERNIKAHAN
BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI
ORANG YANG ANDA TEMUKAN, DAN TERUS MENERUS! Cinta bukanlah hal yang
PASIF ataupun pengalaman yang spontan. Cinta TIDAK AKAN PERNAH begitu
saja terjadi... Kita tidak akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya.
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan
"diperbudak cinta" karena cinta itu perlu waktu, usaha, dan energi. Dan
yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar
APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan
membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI. Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan
(dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fĂ­sika (seperti gaya gravitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan
diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih
kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat
rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika
kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa
"MEMBUAT" cinta bukan "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan
sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN.

No comments: